Showing posts with label Eling Gusti. Show all posts
Showing posts with label Eling Gusti. Show all posts

Friday, August 17, 2012

Fa bi ayyi ala irobbikuma tukadziban



Kadang bahkan sering saya merasa inferior, powerless,  nggak bisa apa-apa, bukan apa-apa, tidak punya apa-apa. I’am not rich, I’am not smart, I’am not handsome, I’am not funny but I have everything I need, jadi nikmat tuhan mana lagi yang masih saya dustakan. Makan tersedia bahkan sampai sisa-sisa, badan sehat, kuat. Jadi saatnya kita melakukan yang bisa kita lakukan, mungkin hanya hal kecil tapi setidaknya “doing something” sebagai bukti rasa syukur kita. Karena sesungguhnya kita sudah banyak mendapat nikmat, jangan suka pathetic deh (kritik buat diri sendiri), banyak nikmat 4jjl yang tidak pernah kita sadari, termasuk bisa menulis ini buat saya, bisa membaca tulisan ini, punya waktu luang buat baca dan menulis ini, punya badan sehat buat baca dan menulis ini.

'fa bi ayyi ala irobbikuma tukadziban'
maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustai ?
(ditulis 31 kali dalam surah Ar Rahman)

الرَّحْمَـٰنُ
(Tuhan) Yang Maha Pemurah, 1

عَلَّمَ الْقُرْآنَ
Yang telah mengajarkan Al Qur'an. 2

خَلَقَ الْإِنسَانَ
Dia menciptakan manusia, 3

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
Mengajarnya pandai berbicara. 4

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. 5

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. 6

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). 7

أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. 8

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. 9
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). 10
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. 11
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. 12
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 13
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, 14
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
dan Dia menciptakan jin dari nyala api. 15
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 16
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya . 17
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 18
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, 19
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing . 20
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 21
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. 22
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 23
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. 24
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 25
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. 26
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. 27
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 28
يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan . 29
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 30
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. 31
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 32
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. 33
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 34
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ
Kepada kamu (jin dan manusia), dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya). 35
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 36
فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. 37
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 38
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْأَلُ عَن ذَنبِهِ إِنسٌ وَلَا جَانٌّ
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. 39
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 40
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka . 41
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 42
هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. 43
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. 44
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 45
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga 46
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, 47
ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. 48
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 49
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. 50
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 51
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. 52
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 53
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. 54
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 55
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. 56
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 57
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. 58
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 59
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). 60
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 61
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi . 62
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, 63
مُدْهَامَّتَانِ
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. 64
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 65
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. 66
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 67
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. 68
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 69
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. 70
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 71
حُورٌ مَّقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. 72
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 73
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. 74
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 75
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. 76
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 77
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.78



Wednesday, April 4, 2012

Pesene Biyung


Tiap hari belajar bahasa Inggris, nulis nyoba pake bahasa inggris, baca koran milih yang inggris, buka internet yang tulisanya inggris, ndengerin lagu yang inggris.

Kalau dapet tugas bahasa Inggris, nggak tahu artinya buru-buru buka kamus, mati-matian cari terjemahanya biar nggak ketinggalan

Nggak bisa-bisa tapi masih mau belajar terus, ikut intensive, pokoknya "mbuh piye carane pokoke" harus bisa bahasa inggris.



Kalau ada novel baru, cerpen baru, atau biografi bagus buru-buru nyari....beli, pinjem, atau download





(Semangat yang bagus)





Tapi...........................





Baru inget atau memang sengaja melupakan atau memang tidak mau memikirkan



Padahal sudah di ajarkan orang tua dari dulu, sudah diajari juga dari SD

Tiap hari juga mengucapkan, tapi nggak tahu artinya!!!



Bukunya sudah punya dari dulu tapi nggak pernah dibaca

Apalagi mencoba mencari tahu artinya

Kalau artinya saja nggak tau gimana mau mengamalkanya?



Memangnya kalau mati kita ke Inggris atau US ya?


Nb: tulisan ini sebenarnya pernah saya post di facebook note, kira-kira beberapa bulan yang lalu...untuk kita renungkan, karena saya juga bukan orang yang baik.

Cilacap, 4 April 2012

Tuesday, February 28, 2012

Deeper and deeper


Kurang lebih sudah sebulan gw tinggal di Cilacap, meski baru cuma bentar disini gw udah hampir hafal semua jalanya. Bahkan gw banyak mencari tahu tentang objek terkenal yang ada disini, misalnya Nusa Kambangan, Pasar Wage, dan beberapa lokasi industri lainya. Gw bener-bener meng-explore yang ada disekitar gw, maksud gw sih ya mumpung masih punya kesempatan disini.
Kemarin gw menemukan sebuah fakta menarik, bukan tentang suatu tempat baru, tetapi tentang kebiasaan orang. Jadi gw setelah mempelajari tentang hystory, geography, dan demography wilayah ini, gw mencoba menanyai beberapa senior gw tentang kota ini. Dengan ekspresi tidak tahu, gw tanya sama beberapa temen gw yg asli sini dan senior gw yang udah lama tinggal disini berpuluh-puluh tahun. Misalnya gw tanya tentang sejarah Nusa Kambangan, tanya kok bisa bernama seperti itu, dan kejadian-kejadian yang pernah ada disitu. Sungguh mengagetkan ternyata mereka tidak tahu. Yang bikin heran adalah karena gw yang baru tinggal disitu beberapa minggu aja udah lumayan tahu banyak. Trus gw evaluasi balik ke diri gw, misalnya gw ditanya tentang Yogyakarta, yang merupakan tempat kelahiran dan gw besar, ternyata gw juga nggak tahu banyak tentang history nya, mungkin banyak pendatang yang lebih tahu dari gw.
Kalau dihubungkan dengan soal ilmu agama juga seperti itu, gw sejak lahir sudah memeluk Islam, sudah 24 tahun gw memeluk agama ini, tapi sampai sekarang gw belum tahu banyak tentang agama. Selama ini gw "merasa" sudah cukup tahu, dan enggan menggali lebih dalam, padahal sebenarnya gw nggak tahu apa-apa. Sungguh ironic memang, gw yang sudah lama memeluk agama ini ketinggalan dengan orang-orang yang baru masuk islam. Mereka explore semakin dalam, terus menggali dengan antusias.
Seperti tulisan gw yang sebelumnya tentang truly discovery harusnya kita selalu digging deeper and deeper buat hal-hal yang sebenarnya sudah lama kita jalani. Seperti ketika gw bekerja, bukan hanya tahu prakteknya saja, tapi gw harusnya mengerti filosofi dari pekerjaan itu. Dalam beragama harusnya kita juga ngerti dasarnya agar tidak melakukan kesalahan prosedur, melakukan ibadah yang tidak sesuai SOP-nya. Karena itu kita harusnya menggali ilmu agama semakin dalam lagi, tidak stagnan di posisi yang sekarang. Bagaimana mungkin religiusitas kita meningkat kalau kita nggak pernah menggali ilmunya.

Ilmu yang hanya turun 4 tahun sekali,
Cilacap, 29 February 2012

Wednesday, February 15, 2012

There Is No Day Without A Holy Quran



Did you already finish recite all the content of Holy Quran?
Did you recite including the tafseer?
Did you understanding whole the content?
Too bad, until this day, I’m already 24 years old, I’m not yet finish recite all the tafseer of Holy Quran, so how I can Implement my religion in my life.
Implement doctrine of Islam is duty of every Muslims as well to promote the knowledge of Islam. Except they accept to be called as “Islam KTP” in Indonesia. Yes, many people that admit as a Muslim, but they never put into practice the order of their religion. They believe by doing good to the other is enough, but how come they doing good if they have no motive to doing good, they have no spirit doing good. The only reason they doing good is just to make other people treat them like what they have done. But how they would treat people that they don’t recognize if they don’t have motive.
How we can understanding what our responsibility and our rights as a human. In relation between people and company we usually use what to be called mutual agreement or “perjanjian kerja bersama” in Indonesia to know the obligation and rights from the employee. But how we know our responsibility in relation we as a creature of God?
When I was participating recitation in Indramayu my Ustad give the message “There is No Day Without a Holy Quran” reading and reciting Quran is the duty of a true Muslims, not just pray five times in a day. Many Moslem assume that reciting Holy Quran is not an obligation, and that is totally wrong. My Ustad in Indramayu says that reciting Holy Quran is our duty, the different with Shalat is the time, if time for doing Shalat is already determined, the time for reciting Holy Quran is more flexible.
How we can understand our responsibility if we never learn the content of a Holy Quran as our life guidance. Holy Quran has remedy to many human afflictions. Quran Education guides all the people in the matters of life and also helps in synchronizing yourself with the true guidance of Allah. By studying the Holy Quran you can better understand the religion of Islam and can also get to know about the accurate way of living life.
Until this moment I also not recite Quran everyday, so I write this note to remind my self and also to suggest the other, the important of us to understand the content of Quran. It’s still not late for us to start new habit “There is no day without a Holy Quran”. Or maybe if you feel already late it’s better late than never. Just let’s start.
Cilacap, February 16, 2012

Wednesday, January 25, 2012

Mereka Yang Membuat Gw Iri

Pas gw sholat tadi kepikiran, kenapa hal-hal duniawi ini tidak bisa hilang dari pikiran saat gw sedang sholat ya. Selama ini memang sering saat gw sholat, banyak pikiran-pikiran duniawi yang terlintas. Entah rencana kegiatan setelah sholat, rencana besok harus ngapain, ingat kerjaan yang belum dilakukan, ingat mau belanja apa, ingat cem-macem, ingat ini itu.
Kemudian saat bekerja, gw juga jarang bisa benar-benar fokus, banyak distraksi, apalagi saat bekerja memegang online tools seperti ini, meskipun gw bukan tipe social media addict seperti twitter dan facebook, gw paling seneng baca-baca artikel. Saat kerja gw sering baca-baca artikel, dan kegiatan-kegiatan diluar pekerjaan, termasuk ini.
All of this totally wrong
Yah, gw tau itu, gw ngerti itu, gw juga ngrasa kalau ini semua salah. Gw merasa sangat-sangat iri pada para sufi berdasi yang bisa fokus pada ibadahnya dan menjadikan kerja sebagai ibadahnya. Mereka bisa bekerja keras di siang hari kemudian menangis di sepertiga malam yang terakhir.Kalau gw siang di kantor aja ngantuk apalagi kalau sepertiga malam terakhir, malu hati ini rasanya.
Di kantor gw, ada seorang temen yang seperti gw maksud ini. Dia bekerja dengan sungguh-sungguh, selalu fokus, berkontribusi, aktif, kreatif peduli, berprestasi, perhatian ke rekan, ramah dll. Kemudian setelah selesai sholat maghrib gw sering lihat dia ikut kajian di masjid kompleks, ilmu agamanya juga mendalam, bandingkan sama gw yang selalu sok sibuk. Menurut gw dia itu termasuk orang yang menjadikan kerjanya sebagai ibadah, dan selalu ingat Allah dalam bekerjanya, bukan ingat dunia ketika shalatnya seperti gw. Gw pingin menjadikan dia sebagai role model, karena menurut gw menjadi seperti orang lain, yang baik dan bermanfaat itu adalah sebuah pilihan yang bagus.

Cilacap, January 26th, 2012
08.30 a.m In my office

Tuesday, January 3, 2012

The closest distance between a problem and a solution



Hari yang melelahkan, banyak rencana yang tidak berjalan, dapat informasi yang mengagetkan. Saat-saat seperti itu biasanya bikin gw jadi bete’, menghela nafas panjang-panjang, mengelus dada, males ngapa-ngapain, bawaanya pingin makan banyak, ujung-ujungnya tidur. Biasanya juga saat seperti itu ibadah gw juga jadi menurun, habis shalat nggak baca dzikir, baca Al-Qur’an bentar aja, shalat nggak khusyu’, dan macem-macem kegiatan idle lainya.
Ada yang bilang kalau pas susah aja orang biasanya inget sama Sang Pencipta. Kalau gw malah kebalikanya, ketika gw seneng gw malah lebih rajin ibadah, lebih semangat nulis, lebih senang bantu orang, lebih bahagia lagi kalau berbagi. Sebaliknya ketika susah gw jadi bad mood buat berbuat baik, gw cenderung males-malesan, prinsip gw yang penting nggak merugikan orang.
Tapi kemarin gw tersentil ketika baca statusnya Ahmad Rifai Rifan, penulis buku-buku motivational spiritual, statusnya begini :
“Iman yg kuat baru terlihat saat ujian sedang menghebat. Sedekah saat kaya itu biasa. Sedekah saat miskin baru luar biasa. Rajin ibadah saat tua itu biasa. Anak muda rajin ibadah baru luar biasa. Memuji-Nya saat bahagia itu biasa. Tetap memuji-Nya saat sedih baru luar biasa. Menolong orang lain saat diri sedang lapang itu biasa. Tapi tetap gemar menolong meski diri sedang sempit baru luar biasa.”
Yah, gw merasa malu, seharusnya setiap saat kita harus dekat dengan Allah, karena Dia-lah yang selalu ada dimanapun kita berada, kapanpun kita membutuhkanya.


Wednesday, January 04, 2012
Jakarta

Saturday, December 10, 2011

Tanya Kenapa?

Tanya Kenapa

Tanya : “Tadi malem ada pertandingan Arsenal lo nonton kagak?”
Jawab : “Ya gw pasti nonton lah.”

Tanya : “Balapan kemarin yang menang siapa? Gw kagak nonton, gw mesti nungguin servis sepeda di auto bridal”
Jawab : “Rugi lo kagak nonton bro, balapanya seru banget, yang menang si Lorenzo, jagoan gw ”

Tanya : “Besok minggu ada reunian anak-anak SMA di Plaza Semanggi, dateng ya?”
Jawab : “Iya gw pasti dateng, gw dah kangen, lama kagak ketemu.”

Tanya : ”Minggu depan camping di Ranca Upas yuk?”
Jawab : “Wah maaf ni, kagak bisa cuy..minggu depan gw ada tugas keluar kota.”

Tanya : “Ntar malem ada tandingan futsal di Soccer Indoor lo main ya!”
Jawab : “Oke bos.”

Tanya : “Kapan terakhir lo dateng ke pengajian?”
Jawab : “Wah gw udah lupa kapan ya…”

Tanya : “Pengajian terakhir yg lo hadiri tentang apa?”
Jawab : “Hmmm, tentang apa ya…..”

Tanya : “Jumatan kemarin khotib-nya kasih pesan apa?”
Jawab : “Apa ya, gw ketiduran pas khotibnya ceramah…..”

Tanya : “Pas Shalat Maghrib tadi imamnya baca surat apa?”
Jawab : “Wah, gw lupa, baca apa ya….”

Kapan lo sempatkan waktu buat cari ilmu yang Fiddunya Wal Akhirat? Ingat setiap hari kita dihitung performance-nya, Kita juga kagak tahu kapan evaluasi-nya, belajarlah selagi lo sempat, ikuti proses coaching dari tiap ayat-Nya yang dibacakan imam.


Cirebon, 4 Desember 2011

Sunday, July 31, 2011

Doa Sayidina Ali menyambut Bulan Ramadhan

Tarawih pertama, malam 1 Ramadhan di Masjid Pulo Gebang, Jakarta Timur.
(Minggu, 31 Juli 2011)


Ceramah tarawih hari ini, tentang doa Sayidina Ali setiap datang Bulan Ramadhan, beliau berdoa meminta tiga hal, yaitu:

Yang pertama adalah dikaruniakan kesehatan,sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dan sunah-sunahnya. Kesehatan disini adalah kesehatan jasmani dan rohani. Apabila kita sakit fisik, pastilah kita akan kesulitan untuk menjalankan amalan sunah di bulan puasa, semisal shalat tarawih. Begitupun apabila kita tidak sehat secara pikiran, meskipun jarak masjid hanya selemparan batu(sak plintengan)/sambil jalan mundur juga sampai dari rumah namun apabila kita tidak dikarunia keinginan, pasti kita tidak akan berangkat ke masjid.

Yang kedua adalah meminta dijauhkan dari hal-hal yang bersifat duniawi selama berpuasa. Kebanyakan dari kita selama berpuasa hanya sekedar menahan makan dan minum saja, tetapi tidak menjaga fikir kita dari hal-hal yang hedon. Padahal esensi dari puasa bukan sekedar menahan makan dan minum saja.

Dan yang ketiga adalah meminta dijauhkan dari kantuk ketika berpuasa. Ketika berpuasa memang tidurnya adalah ibadah, diamnya dzikir, apalagi apabila kita bekerja ketika berpuasa, pastilah sangat besar pahalanya.